BUKU TERPESONA DI SIDRATUL MUNTAHA PDF

), Terpesona Di Sidratul Muntaha ( Mar 9th, Menyanggah Buku â €œTernyata Akhirat Tidak Kekal― | buku mewarnai gambar Uploaded by .. Agus Mustofa – Terpesona di Sidratul Uploaded by. Buku Ekonometrika Oleh Agus – Free Download Download Buku Terpesona di Sidratul Muntaha – Agus mustofa – Fun Ebook – Download Buku.

Author: Kagamuro Tosho
Country: Albania
Language: English (Spanish)
Genre: Photos
Published (Last): 27 August 2018
Pages: 23
PDF File Size: 8.48 Mb
ePub File Size: 3.6 Mb
ISBN: 349-5-37054-677-1
Downloads: 61060
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Shataxe

Dzat, yang kepada siapa kita dan seluruh alam ini paling pantas untuk bersujud. Salawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Muhammad saw, pembawa risalah Allah, yang mengorbankan seluruh waktunya semata-mata untuk berjuang di jalan-Nya.

Juga kepada para keluarga dan sahabatnya. Jiwa yang bersih akan menghasilkan perilaku yang bersih pula, isdratul jiwalah yang menentukan suatu perbuatan itu baik atau buruk.

Beragama Dengan Akal Sehat

Makna tazkiyatun-nafs secara istilah adalah penyucian jiwa dari segala penyakit dan cacat, merealisasikan berbagai maqam kepadanya, dan menjadikan asma’ dan shifat sebagai akhlaqnya. Jiwa dapat menjadi suci apabila kita melakukan berbagai ibadah misalnya shalat, infaq, puasa, haji, dzikir, dan tilawah al-Qur’an dengan sesempurna mungkin dan memadai. Buku ini merupakan intisari dari kitab Ihya’ Ulumuddin karya al-Ghazali, yang disusun oleh Sa’id Hawwa.

Pada zamannya, al-Ghazali menghadapi situasi kemiskinan jiwa dari ruh-ruh Islam, sehingga penerbitan buku ini, dapat Mensucikan Jiwa VII memberikan sumbangan pemikiran dan semangat untuk kita semua dalam membersihkan jiwa-jiwa kita.

Akhir kata, semoga Allah menganugerahkan semangat kepada kita untuk selalu nasihat-menasihati dan berjihad di jalan Allah dengan ikhlas seperti Rasul saw dan para sahabat dahulu dalam memperjuangkan kebenaran yang hakiki.

Dilahirkan di kota Hamat, Suriyah, pada tahun M. Ibunya meninggal dunia ketika usianya baru dua tahun, lalu diasuh oleh neneknya. Di bawah bimbingan bapaknya yang termasuk salah seorang Mujahidin pemberani melawan penjajahan Prancis, Sa’id Hawwa muda berinteraksi dengan pemikiranpemikiran kaum sosialis, nasionalis, Ba’tsi dan Ikhwanul Muslimin.

Tetapi akhirnya Allah memilihkan kebaikan untuknya dengan bergabung kedalam Jama’ah Ikhwanul Muslimin pada tahun M, ketika masih duduk di kelas satu SMA. Disamping itu, ia juga belajar kepada para ustadzdiantaranya Mushthafa as-Siba’i, Musththafa az-Zarqa, Fauzi Faidhullah dan lainnya. Menyelesaikan studinya di universitas pada tahun M, lalu mengikuti khidmah ‘askariyah pendidikan militer pada tahun M hingga menjadi seorang perwira cadangan.

Menikah pada tahun M dan dikarunai empat orang anak. Juga terlibat dalam peristiwa-peristiwa ‘Dustur’ di Suriyah tahun M. Selama di penjara, ia menulis kitab al-Asasfi at-Tafsir 11 jilid dan beberapa buku da’wah lainnya. Pernah diamanahi jabatan pimpinan dalam organisasi Ikhwanul Muslimin di tingkat regional dan internasional. Aktif terlibat dalam berbagai aktivitas da’wah, politik dan jihad.

Pada tahun M terserang sejenis penyakit parkinson disamping penyakit-penyakitnya yang lain: Allah telah mentaqdirkan dan tidak ada yang dapat menolak ketentuanNya. Dishalatkan setelah shalat Jum’ at oleh ribuan Jama’ ah di masjid al-Faiha’ di asy-Syaibani.

Dikuburkan di kuburan Sahab selatan Amman. Penguburan jenazahnya dihadiri oleh banyak orang. Sungguh simpati penduduk Yordania yang dermawan kepada saudara “asing” yang meninggal di negeri mereka seperti kedermawanan mereka kepada orang-orang hidup yang tinggai di negeri mereka Kedermawanan dengan tangan dan kebaikan dalam ucapan.

Sesungguhnya Sa’id Hawwa termasuk da’i paling sukses yang pernah saya kenal atau pernah saya baca tentang mereka, karena ia mampu menyampaikan pandangan dan pengetahuan yang dimilikinya kepada banyak orang. Ia meninggal dunia dalam usia yang relatif muda, belum melewati usia 53 tahun. Tetapi ia telah meninggalkan karya tulis yang cukup banyak, sehingga oleh banyak orang dimasukkan ke dalam kategori para penulis kontemporer yang produktif. Adanya perbedaan penilaian tentang buku-bukunya tidak akan mengubah hakikat ini sama sekali.

  MANUAL DE ORGANOPONIA PDF

Saya pernah mengkaji pandanganpandangannya yang tertuang dalam berbagai bukunya.

Free download Buku Terpesona Di Sidratul muntaha Wiki

Sekalipun pandangan saya demikian ‘membantai’ dan bahasa saya sangat melukai, tetapi ia selalu menerimanya dengan lapang dada. Saya pernah mengunjunginya di al-Ahsa’ ketika ia menjadi pengajar di al-Ma’had al-‘Ilmi.

Saya tidak menemukan perabot di rumahnya kecuali x Tazkiatun N af s sesuatu yang dapat memenuhi keperluan seorang yang hidup sederhana. Juga tidak saya temukan pakaian yang layak dipakai oleh ulama’ dan pengajar di negeri yang panas itu. Baju jubah yang dipakainya dari buatan Hamat yang kasar.

Saya terus mendesaknya hingga ia mau memakai beberapa pakaian putih dan ‘aba’ah baju luaran yang layak bagi orang seperti dirinya, tetapi ia mensyaratkan agar tidak terlalu longgar.

Sedangkan makanannya, tidak lebih baik dari pakaian dan perabot rumahnya. Termasuk dalam kategori ini adalah sikapnya yang ‘mudah’ kepada orang-orang yang menerbitkan buku-bukunya baik yang telah mendapatkan izinnya atau tidak.

Buku-bukunya telah dicetak berulang-ulang —dengan cara halal dan haram— tetapi saya tidak pernah mendengar bahwa ia mempersoalkan hal tersebut. Ini termasuk bagian dari zuhudnya. Sesungguhnya akhlaq dan toleransi Sa’id Hawwa ini merupakan kebanggaan dan teladan bagi orang lain. Inilah kesaksian yang dapat saya sampaikan. Saya juga bertemu dengannya setelah itu di Yordan, Kuwait, Eropa, dan Pakistan.

Saya mendapatkan pada dirinya akhlaq yang utama, adab yang tinggi, tawadhu’, zuhud, kesederhanaan dalam penampilan, kesiapan untuk ta’at, banyak tilawah dan dzikir, pecandu membaca dan menulis tentang berbagai tema da’wah, pergerakan, fiqh, dan ruhiyah. Ia menyibukkan diri secara total dengan masalah-masalah Islam dan kaum Muslim, dan perlawanan menghadapi para thaghut yang menghancurkan negeri, merendahkan martabat para hamba Allah dan melakukan kerusakan di muka bumi.

Sa’id Hawwa adalah seorang yang berpotensi besar, dinamis dan pendobrak. Ia tidak pernah kenal menyerah dan bosan.

Punya pengalaman dan kepiawaian dalam penulisan. Bisa menyelesaikan satu buku dalam beberapa hari. Punya kecenderungan ruhiyah yang kental, bahkan terkadang sangat mendominasi. Rasa malu, kelembutan dan kebaikan hatinya terkadang membuatnya lebih mengutamakan sikap diam dalam sebagian persoalan yang menuntut musharahah keterus-terangan.

Kami merasa gembira dapat mengunjunginya berkali-kali di Kuwait. Ia menghadiri nadwah seminar pekanan yang kami selenggarakan setiap Jum’at sore.

Ia ikut berbicara dalam seminar itu dengan pembicaraan yang sangat memikat hati. Tema utama pembicaraannya berkisar tentang manhaj Imam Hasan al-Banna dalam memanfaatkan potensi kebaikan yang ada pada diri setiap manusia. Para da’i harus bisa meningkatkan potensi kebaikan pada jiwa manusia. Mereka harus berbicara kepada hati yang merupakan kunci hidayah.

Jiwa semua manusia mengandung potensi kebaikan dan potensi kejahatan, tetapi dengan tingkatan yang berlainan. Apabila Allah telah memberi taufiq kepada kita untuk meningkatkan potensi buk pada jiwa manusia maka hal ini berarti kita telah mengurangi potensi keburukan yang Mensucikan Jiwa XI ada padanya, karena tazkiyatu-nafs merupakan kunci untuk meluruskan suluk perilaku.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. Ceramah dan pengajian-pengajiannya mendapatkan sambutan yang hangat dari para pemuda Kebangkitan Islam.

-Books, Properties & Lifestyle

Sebagaimana buku-buku da’wah dan pergerakan yang ditulisnya mendapatkan sambutan luas di kalangan pemuda Muslim di berbagai negeri Arab dan Islam, khususnya di Yaman, negara-negara Teluk, dan Syam. Sebagiannya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa lain.

  CCNL UNEBA PDF

Diantara karya tulisnya yang telah diterbitkan ialah: Ar-Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam. Terpeona fi as-Sunnah wa Fighuha: Al-Mustakhlas fi Tazkiyat al-Anfus buku yang ada di tangan Anda sekarang ini 8 Mudzakkirat fi Manazil ash-Shiddiqin wa ar-Rabbaniyin insya Allah terjemahannya akan segera diterbitkan oleh Robbani Press.

Syaikh Sa’id Hawwa adalah seorang pembaca yang piawai. Ia berkata tentang dirinya di dalam bukunya Hadzihi Tajribati: Bacaanku dalam dua jam mencapai enampuluh halaman. Muwajjih pembimbing -ku di dalam usrah Ikhwaniyah adalah ustadz Mushthafa ash-Shairafi.

Berguruku semakin kuat di tangan Syaikh Muhammad alHamid pada periode ini. Kemudian aku menjadi ketua organisasi mahasiswa di kota Hamat. Aku punya peran penting dalam tiga demonstrasi mahasiswa. Yang pertama ketika para mahasiswa Ikhwannul Muslimin di Suriyah menuntuit dimasukkannya sistem kepemudaan di sekolahsekolah tingkat menengah umum.

Yang kedua ketika memprotes dijatuhkannya hukuman mati kepada sebagian anggota Ikhwanul Muslimin di Mesir. Yang ketiga, dalam peringatan terkutuk bagi mandat. Aku menjadi pembicara resmi dari Ikhwanul Muslimin dalam berbagai demonstrasi ini. Aku masuk ke fakultas syari’ah sidratu Damaskus dan sering mengikuti ceramah Dr.

Ceramahceramah yang disampaikannya sangat menarik sehingga saya merasakan seperti sedang terhipnotis. Mushthafa as-Siba’i dan Dr. Sa’id Ramadhan ikut berbicara dalam acara ini.

Penutupan acara ini disampaikan oleh tefpesona al-Hudhaibi dengan sambutan yang sangat singkat. Ia pernah mengajar di Kerajaan Saudi Arabia selama lima tahun; dua tahun di kota Hafuf di wilayah al-Ahsa’, dan tiga tahun di Madinah Munawwarah. Ia juga mengadakan berbagai kunjungan ke berbagai negara Arab, Islam, Eropa dan Amerika. Ia mengunjungi Pakistan berkali-kali.

Pada kunjungan pertamanya ke Pakistan ia bertemu dengan Abui ATa al-Maududi dan mengambil banyak pelajaran dan arahan yang disampaikannya di bidang da’wah Islam dan amal Jama’i.

Pada kunjungannya yang kedua, ke Pakistan, ia menghadiri penguburan jenazah al-Maududi dan bertemu dengan para pemimpin Jama’at Islami di Pakistan. Kemudian ia pergi ke Sisratul untuk menemui para Mujahidin Afghanistan dan menghimbau agar mereka melakukan kerjasama, menanggalkan trrpesona, mengikhlaskan niat kepada Allah, dan menjadikan jihad sematamata tegpesona Allah dan di jalan-Nya.

Jika tidak, maka akan tercemari oleh kepentingan hawa nafsu. Ia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Suriyah. Ia menghimbau mereka agar memenuhi hak ukhuwwah Islamiyah bagi saudara mereka sesama kaum Muslimin di Suriyah. Melalui berbagai pertemuan tersebut, saya semakin mengenalnya. Bahkan saya bersama dengannya mengadakan evaluasi tentang berbagai peristiwa dan persoalan, menulis sebagian kajian, program dan kurikulum yang diperlukan oleh Gerakan Islam kontemporer.

Kami muntaga dalam banyak masalah dan berbeda pendapat dalam beberapa hal, tetapi perbedaan pendapat ini tidak mempengaruhi sikap masing-masing kami kepada saudaranya yang lain. Ketika ia menerbitkan bukunya, Fi Afaq at-Ta ‘alim, saya menyanjungnya dan berterirha kasih kepadanya atas jerih payah tersebut, karena para pemuda da’wah Islam sangat berkepentingan untuk memahami ‘Ushul ‘Isyrin yang tersebut dalam Muntahq at-Ta ‘alim karya Imam Syahid Hasan al-Banna.

Risalah ini telah diuraikan oleh banyak ikhwah di Mesir ataupun di luar Mesir dan tetap memerlukan tambahan penjelasan.