JEJAK FREEMASON DAN JENIS DI INDONESIA PDF

Jenis arsitektur kolonial pertama berkembang dari permukiman-permukiman ( sekarang Departemen Keuangan Indonesia) dari reruntuhan Kastil Batavia, dan .. Freemasonry buildings in Weltevreden, Vrijmetselarij in Weltevreden, Tidak. Daftar ’75 Contoh Surat Perjanj (Utang Satu Dasawarsa Jejak Bank Syariah di Indonesia txt. Ekonomi Islam Ancaman Global Freemasonry. Seniwati yang berasal dari daerah bernama Menado di Indonesia itu memilih untuk .. Freemason is undoubtedly HRH Colonel Sir Ibrahim, The Sultan Gambar-Gambar Pertabalan D.Y.M.M. Sultan Idris Iskandar Shah II.

Author: Tojara Judal
Country: Romania
Language: English (Spanish)
Genre: Sex
Published (Last): 7 May 2010
Pages: 343
PDF File Size: 20.60 Mb
ePub File Size: 9.55 Mb
ISBN: 569-7-65619-349-1
Downloads: 65096
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: JoJolabar

12 Misteri Peradaban

Berdirinya Muhammadiyah tidak bisa dipisahkan dari keberadaan dan perkembangan pesat Freemasonry. Pemahaman yang menganggap bahwa semua agama itu sama telah ada di Indonesia sejak lama. Setiap agama diposisikan memiliki kebenaran yang sama, semua menjanjikan kebaikan, membawa keselamatan, mengajarkan kehidupan penuh kasih sayang, dan sebagainya.

Pemahaman ini pada jenie selanjutnya menafikan jwnis absolute dari sebuah agama demi mencapai kehidupan bersama yang toleran. Ketika sebuah agama dianggap memiliki nilai kebenaran yang sama dengan agama lain maka hakikat kebenaran itu sendiri pada gilirannya menjadi absurd dan debatable.

Di antara pandangan yang berasas demikian pada era ini antara lain diwakili dengan berkembangnya pluralisme agama. Sedangkan pada masa lampau, paham yang serupa telah disebarluaskan oleh kelompok theosofi. Theosofi merupakan gerakan trans-nasional yang diijinkan beroperasi di Nusantara dalam masa penjajahan Pemerintah Hindia Belanda.

Theosofi ini memiliki kaitan erat dengan organisasi yang dimotori kaum Yahudi yang bernama Freemasonry. Van Blomestein pada 31 Mei Baru pada 12 Novemberorganisasi ini mendapat pengakuan dari Pemerintah Kolonial Belanda sebagai rechtspersoon badan hukum dan anggaran dasarnya dimuat dalam Staatblaad No. Paham theosofi ini menganggap bahwa semua agama memiliki titik persamaan kebenaran.

Dalam menjelaskan paham kesamaan agama ini theosofi sendiri berusaha mengukuhkan posisinya. Theosofi mengklaim bahwa ia berada di atas semua kebenaran agama tersebut. Di satu sisi ajaran theosofi berusaha mengembangkan paham kesamaan dari semua agama dan menjalankan persaudaraan dengan mengabaikan perbedaan agama tersebut.

Upaya ini bukan dilakukan untuk mendukung pengembangan keagamaan yang ada, namun theosofi mengambil langkah ini untuk membuka jalan bagi pencapaian agendanya sendiri terkait kehidupan keagamaan.

Tidak jarang interaksi yang dilakukan oleh theosofi bersifat mengaburkan ajaran suatu agama dan perbedaannya dengan agama lain. Karena tidak dibawa oleh nabi dan terbentuk oleh dialektika filosofis spekulatif, maka tidak memiliki ajaran yang kokoh mengakar kuat.

Di Jawa theosofi berusaha merekrut anggotanya dari kalangan terpelajar, bangsawan keraton, orang-orang berpengaruh, dan juga bangsa asing yang ada di Indonesia. Aliran kebatinan Yahudi ini, nyatanya bukan hanya menjangkau kalangan elit masyarakat namun secara langsung maupun tidak langsung turut mewarnai pula rakyat kalangan bawah. Sejumlah buku berbahasa Jawa telah diterbitkan guna mempublikasikan ajaran theosofi.

Diantara buku-buku yang memuat doktrin theosofi berbahasa Jawa tersebut antara lain adalah Serat Weddasatmaka 4 jilidKitab Makrifat 2 Jiliddan Babad Theosofie. Sedangkan Babad Theosofie mengisahkan tentang awal mula berdirinya Perhimpunan Theosofie di Amerika Serikat sampai menjadi ajaran yang menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Penerbitan ajaran Theosofi ke dalam Bahasa Jawa ini sudah tentu merupakan salah satu upaya agar ajaran ini mampu terinternalisasi oleh warganya. Yang terakhir ini jelas merupakan sebuah upaya theosofi untuk mendekati dan menarik simpati pemeluk agama Islam.

Selain terbitan — terbitan dengan menggunakan aksara Jawa tersebut, juga terdapat publikasi lain yang umumnya menggunakan Bahasa Melayu, Bahasa Inggris dan Bahasa Belanda. Kitab Makrifat di atas juga termasuk yang diterbitkan dalam Bahasa Melayu, selain menggunakan Bahasa Jawa.

Di antara buku-buku dan produk terbitan tersebut, telah diungkapkan tentang keberadaan Babad Theosofie. Babad yang ditulis pada tahun ini merupakan sebuah buku yang diterbitkan dalam rangka memperingati 40 tahun berdirinya Perhimpunan Theosofi.

Kolonel Henry Steel Olcott adalah mantan tentara Amerika yang kemudian bekerja sebagai lawyer. Ia adalah presiden pertama Theosofi yang menjabat selama 32 tahun. Ia merupakan salah satu anggota freemasonry, sebuah gerakan rahasia pendukung zionisme, yang kerap melakukan kampanye bagi persaudaraan universal universal brotherhood.

Sedangkan Helena Petrovna Blavatsky adalah wanita berdarah Yahudi dan aristokrat Rusia yang berkecimpung dalam dunia occultisme sejak masih remaja. Petualangan Blavatsky untuk mengungkap spiritismekabarnya telah membawa dirinya untuk mempelajari doktrin Kabbalah dari seorang rabi Yahudi. Meskipun banyak memanfaatkan dalil dan ritual agama, namun pada akhirnya agama dianggap tidak penting untuk menjadi titik pertemuan dalam persaudaraan manusia.

  BERRUTO SEMANTIKA PDF

Ajaran theosofi sendiri berusaha untuk meminggirkan agama sedemikian rupa. Babad Theosofie menggambarkan proses ini secara kentara dalam proses pendidikan anak sejak dini sesuai dengan salah satu cita-cita theosofi yaitu ambudi pamredining lare, boten mawi gepokan agami, … [10] mengusahakan pendidikan anak-anak dengan mengabaikan persentuhan dengan agama. Agama dalam pandangan ini ditempatkan bukan sebagai kebenaran absolut sehingga dalam mempelajari agama masing-masing, anggota theosofi diharapkan tidak menganggap ajaran agamanya paling benar.

Penang Masonic Temple, George Town, Penang

Melainkan terdapat juga kebenaran dalam agama lain yang bisa dihayati. Babad Theosofi mengungkapkan proses ini dilakukan dengan menganjurkan agar warganya bukan sekedar melakukan kajian pendalaman terhadap agama yang dianut oleh masing-masing anggotanya melainkan juga melakukan proses perbandingan dengan agama lain. Hal tersebut diungkapkan sebagai berikut: Angajengaken pambudining kawruh agami sarana agaminipun piyambak-piyambak, tuwin nenandhing agami [11].

Memajukan pembelajaran agama melalui agama masing-masing dengan melakukan proses perbandingan agama.

Penganut Agama Islam yang bergabung dalam Perhimpunan Theosofi kurang bisa menerima ajaran tentang karma dan reinkarnasi yang dipublikasikan freemzson ceramah-ceramah dalam pertemuan rutin penganut theosofi. Babad Theosofie mengungkapkan tanggapannya terhadap hal tersebut sebagai berikut: Sarta niyat tumut ambudi sagedipun kalampahan, ewadene piwulang sarta pamanggih kados kejak kemawon nyumanggakaken anggen jengandika nganggep, ingkang meh sampun boten kenging dipun pisah kaliyan theosofi.

Nanging samangke kula pitaken upami boten wonten piwulang, punapa tiyang angraosaken theosofi boten mawi nyangkut bab karma tuwin tumimbal lair, kados boten saged, ewadene miturut pangandikanipun Kolonel Olcott ngatos dumugi warsa Kolonel Olcott kaliyan HPB, dereng nate mireng prakawis punika. Sanadyan sampun mireng nanging boten anginten bilih punika badhe dados satunggaling jenix ingkang yektos freemazon raos theosofi. Ucapan saya yang menyatakan bahwa theosofi tidak bersedia mengekang indoneesia, maksud indonesja adalah warga tidak dipaksa harus percaya kepada apa yang diajarkan dalam perkumpulan, orang yang masuk menjadi warga tidak harus percaya dengan pelajaran yang sudah lumrah diterima dari ajaran theosofi, yang harus bertanggungjawab kepada persaudaraan semua manusia.

Walaupun sudah mendengar namun belum mengira bahwa hal itu akan menjadi salah satu bab yang sesungguhnya menjadi rasa theosofi. Namun ungkapan Nanging samangke kula pitaken upami boten wonten piwulang, punapa tiyang angraosaken theosofi boten mawi nyangkut bab karma tuwin tumimbal lair, kados boten saged tetapi sekarang saya bertanya jika tidak ada pelajaran, apakah manusia bisa merasakan theosofi tanpa melibatkan bab karma dan kelahiran kembali, sepertinya tidak bisa di atas merupakan penegasan diplomatis bahwa seseorang tidak dapat merasakan theosofi tanpa mempercayai semua aspek dalam sistem ajarannya, termasuk keyakinan tentang karma dan reinkarnasi.

Kepercayaan yang diadopsi dari Agama India, yaitu Hindhu dan Budha berupa ajaran tentang karma dan reinkarnasi memang menjadi salah satu ajaran khas yang dimiliki oleh theosofi.

Warga theosofi yang menganut agama Islam, tidak ada pilihan lain kecuali terikat pula kepada doktrin jejsk. Padahal ajaran tentang keberadaan karma dan reinkarnasi, jelas tidak mendapatkan justifikasi maupun legitimasi dari sumber-sumber hukum Islam. Menjadi anggota theosofi sekaligus seorang muslim kaffah adalah pilihan yang mustahil. Sebab pada tataran ini, menampakkan dua sistem ajaran yang berbeda secara diametral. Ajaran tentang karma dan reinkarnasi hanya sebagian kecil dari pengajaran theosofi nenis bertentangan dengan nilai keislaman.

Di luar itu masih terdapat ajaran lain yang tidak dapat disejajarkan dengan praktik ritual keislaman, misalnya ajaran theosofi menyangkut kehidupan setelah mati. Juga ritual pemanggilan makhluk halus yang sering dipraktikkan di loge-loge theosofi. Babad Theosofie mengambarkan bahwa pada awal-awal pendirian theosofie di Amerika Serikat ritual pemanggilan setan ini sudah mulai diperkenalkan.

Felt, seorang pakar tentang mistik jnis proporsi bangunan Mesir kuno, telah mencoba memperkenalkan ritual tersebut kepada anggota theosofi.

misteri jejak warisan: Kedah’s Last Blockade

Keberadaan upacara memanggil arwah atau setan ini tidak jauh berbeda dengan ritual yang dilakukan oleh pengikut freemasonry. Seorang pengabdi Allah, pada saat bersamaan tidak seharusnya menjalankan ke musyrik an dengan menjadi pemuja setan.

Mengadopsi kedua entitas tersebut secara bersamaan jelas akan melahirkan perilaku dan jneis keagamaan yang paradoksal. Pada sisi yang lain, theosofi seringkali menampakkan diri sebagai ajaran tasawuf di Jawa.

Pendekatan dengan mengidentikkan ajarannya sebagai tasawuf ini dapat dilihat secara gamblang dalam kitab-kitab resmi ajaran theosofi berbahasa Jawa seperti Serat Weddasatmaka dan Serat Makrifat.

  EEN VLUCHT REGENWULPEN PDF

Kedua kitab ini berusaha mengetengahkan konsepsi theosofi dengan meminjam sejumlah terminologi dan sistem yang berasal dari ajaran tasawuf. Hasilnya, jelas bukan tasawuf yang mendasarkan pandangannya kepada sumber-sumber Islam berupa Al Quran dan Sunnah, melainkan bersifat jeniss dan tidak jarang antinomis terhadap ajaran Islam itu sendiri.

Serat Weddasatmaka sebagai contoh, mengakui bahwa eksistensi tujuh langit sebagaimana dalam konsepsi Islam Qs. Hanya saja serat ini kemudian mendefinisikan sendiri ketujuh langit tersebut dengan menggunakan keyakinan yang lain. Definisi langit ketujuh, misalnya, dalam xan tersebut dianggap bukan langit dalam makna yang sesungguhnya harfiah.

Langit ketujuh secara alegoris dimaknai sebagai alam yang ada dalam diri manusia dan wujud halusnya roh.

Dengan memahami keberadaan sejumlah ajaran seperti di atas, maka dapat diketahui bahwa munculnya paham pluralisme yang menganggap semua agama sama dalam theosofi, bukan dalam rangka memperbaiki dan memperkaya nilai-nilai agama apalagi mempertinggi kualitasnya.

Demikian juga anjuran untuk memperbandingkan semua bentuk ajaran agama. Hal ini didasarkan kepada beberapa alasan. Theosofi juga tidak memiliki Nabi, ajarannya tidak di wirid kan saja namun diamalkan guna mencapai kemajuan. Theosofi juga mengajarkan bahwa manusia tidak hanya hidup sekali saja melainkan berkali-kali sehingga manusia tersebut dapat mencapai kesempurnaan Tuhan dan sejumlah argumentasi lainnya. Theosofi sendiri memiliki pandangan yang cukup sinis terhadap eksistensi ajaran agama.

Ajaran theosofi senantiasa menekankan urgensi persaudaraan antar manusia tanpa memandang agama, ras, jenis kelamin, dan perbedaan yang bersifat manusiawi lainnya. Agama dalam posisi ini dianggap sebagai salah satu pemantik konflik, bukan hanya konflik antar agama bahkan umat seagama pun juga mengalaminya. Perbedaan ajaran antar agama maupun perbedaan pendapat antar umat seagama seringkali diposisikan sebagai sumber konflik utama.

Babad Theosofie mengungkapkan bahwa salah satu tujuan theosofi adalah sebagai berikut: Amabeni sawarnining lampah ingkang nyamar, nadyan ingkang nunggil utawi boten nunggil agami, saben sulaya kalayan pamanggihipun kadosta pitadosipun dhateng kaelokan ingkang mrojol sangking wewaton, mangka sampun katitipriksa ngantos salesih bilih tetela manawi kalentu. Menjaga sejumlah tindakan yang mengkhawatirkan, walaupun satu agama maupun berbeda agama, setiap ada konflik dengan pendapatnya seperti kepercayaan terhadap keajaiban yang berada di luar akal, padahal sudah diperiksa dengan teliti bahwa hal itu keliru.

Namun demikian nampaknya Perhimpunan Theosofi sendiri tidak mencoba mawas diri untuk self-evaluation dengan mengaca kepada sejarah perjalanan theosofi itu sendiri. Konflik-konflik yang berkembang di tubuh penganut theosofi seringkali berujung kepada perpecahan serius.

Perebutan kedudukan sebagai presiden theosofi antara dua tokoh penting paham ini, yaitu Dr. Besant dari Inggris dan William Quan Judge dari Amerika telah menimbulkan adanya perseteruan antara keduanya dan merembet pada pengikut masing-masing. Pasca Annie Besant menjadi presiden Theosofi, loge-loge di Amerika tidak mau tunduk lagi kepada kepemimpinan Besant.

Untuk memperkuat posisinya maka Annie Besant kemudian menghubungkan jjak dengan menggandeng gerakan freemasonry, dimana ia sebelumnya telah menjadi anggota dari perkumpulan pendukung zionisme ini. Menanggapi konflik-konflik ini, pengarang Babad Theosofie nampaknya kurang percaya diri untuk menjelaskan kronologis perseteruan yang terjadi antar kubu tersebut.

Namun demikian pengarang babad, sebagaimana umumnya penganut theosofi di nusantara, kebanyakan merujuk kepada kepemimpinan dan pemikiran Annie Besant. Sang pengarang babad berdalih bahwa konflik yang menyebabkan theosofi banyak kehilangan anggota tersebut merupakan hal yang biasa terjadi. Bahkan konflik yang terjadi sangat bermanfaat sebagai mekanisme penyaring untuk memunculkan anggota-anggota yang benar-benar berkualitas. Hal ini diungkapkan oleh sang pengarang secara diplomatis dan apologis sebagai berikut: Serat-serat pawartosipun theosofi asring nyariyosaken, manawi pakempalan mentas katempuh freemasoon ageng, pakempalan malah katingal ngrembaka, mila manawi pakempalan kataman pakewet, ngatos wonten warga ingkang si, punika ingkang kandel manahipun, lajeng sami mungel: Para warga creemason dipun irigi, dados pundi ingkang alit manahipun inggih dhawah.

Tulisan-tulisan berita theosofi sering menceritakan, jika perkumpulan baru saja mengalami prahara besar, maka perkumpulan justru terlihat berkembang, maka jika perkumpulan mendapatkan kesulitan, sampai ada warga yang keluar, biasanya anggota yang teguh hatinya akan mengatakan: Para warga theosofi sedang disaring, jadi siapa yang kecil hatinya akan jatuh ke bawah ….